Polisi Ungkap Sindikat Penjualan Organ Manusia di Bekasi

- Reporter

Jumat, 23 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto. (foto: ist)

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto. (foto: ist)

JAKARTA (INISIAL.ID)-Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya mengungkap praktik jual-beli organ ginjal sindikat internasional. Temuan bisnis organ manusia tujuan Kamboja itu, hasil pengembangan penangkapan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tarumajaya, Bekasi.

Informasi wartawan menyebutkan, jaringan penjualan ginjal ini dibongkar polisi, di Perum Vila Mutiara Gading Jalan Piano IX Desa Setiaasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin (19/06/2023) dini hari lalu.

Sindikat internasional ini, menampung WNI yang akan dijual ginjalnya ke Kamboja. Seorang pelaku, ditangkap polisi dalam penggerebekan tersebut. Polisi juga mengamankan sejumlah korban WNI yang akan dikirim ke Kamboja untuk dijual ginjalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan tim Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kombes Hengki Haryadi.

Irjen Pol Karyoto belum banyak bicara, soal pengungkapan jaringan internasional penjualan ginjal ini. Dan, hanya memastikan bahwa pihaknya segera menuntaskan penyelidikan.

“Bentar lagi tuntas, sedang dikembangkan dulu,” kata Kapolda kepada wartawan, Jumat (23/06/2023).

Informasi di lokasi penggerebekan menyebutkan sindikat internasional perdagangan ginjal ini mengontrak sebuah rumah berlantai dua, di Perum Vila Mutiara Gading Jalan Piano IX Desa Setiaasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sejak November 2022.

Nuraisyah, Ketua RT perumahan itu mengatakan rumah tersebut disewa sejak beberapa bulan yang lalu.

“Sebelumnya memang mereka dari November 2022 itu ngontrak, melapor,” ujar Nuraisyah.

Menurut Nuaisyah ada lima orang laki-laki yang ngontrak di rumah tersebut. Namun, Nuraisyah mengaku tidak pernah bertemu secara langsung dengan kelimanya.

“Lapor pun dia nggak ke sini laporan, hanya menitipkan KTP sama yang punya rumah. Yang punya rumah cuma bilang, ‘Bu, ini ada yang ngontrak di rumah saya, ada lima KTP,” ujarnya.

Rumah tersebut, lanjut Nuraisyah, memang kerap ramai didatangi orang yang silih berganti datang dan pergi. Penghuni kontrakan sempat berganti-ganti orang. Meski begitu, beberapa orang yang disebut sebagai penanggung jawab tetap berada di rumah.

“Jelang berapa bulan ngontrak, ternyata ada pergantian orang, tapi nggak lapor. Tapi, dari lima KTP itu, masih ada yang di situ. Istilahnya ada penanggung jawab yang bayar kontrakan ada di situ. Jadi, dari lima orang ini, ada satu yang penanggung jawab, yang bayar kontrakan,” jelasnya.

Dari pengakuan pemilik rumah, kata Nuraisyah, para orang yang mengontrak itu mengaku bekerja di proyek bangunan yang akan dikirim ke luar negeri.

“Kerjanya mereka di proyek. Kalau dari yang punya rumah, ya, katanya itu kerja proyek, bangunan, tapi ke luar negeri,” imbuhnya.

Nuraisyah mengaku, tidak mengetahui pasti aktivitas jaringan penjualan ginjal di Tarumajaya, Kabupateen Bekasi itu. Namun, dia banyak mendengar cerita warha bahwa pelaku sering traktir jajan anak kecil.

“Saya juga kurang tahu ya kegiatan sehari-harinya. Kalau saya dengar cerita dari orang, katanya suka main ke lapangan, suka kasih jajan anak-anak, dan suka ke Masjid,” ujar Nuraisyah.

Namun Nuraisyah mengatakan belum pernah melihat secara langsung. Ia mengatakan, berdasarkan penuturan warga sekitar, para penghuni kontrakan juga kerap pergi ke masjid.

Saat penggerebekan, tambah Nuraisyah, dia dan suami dihubungi oleh pihak kepolisian dan diminta untuk melakukan pengecekan kepada penghuni kontrakan tersebut.

Nuraisyah sempat mengecek KTP yang diserahkan pemilik kontrakan kepadanya, Dan data KTP itu sesuai dengan data orang yang dicari pihak kepolisian. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya
Wapres Gibran Kunjungi KNMP di Lampung Timur
Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip
Menteri Maruarar ke Lampung, Pantau Program BSPS
Kunker ke Kabupaten Mesuji, Gubernur RMD Bertemu Eks Bupati Khamami
Ribuan Ton Tapioka Lampung Diekspor ke Tiongkok
Wakajati Lampung Resmi Diemban Teuku Rahmatsyah, Kajari Lamtim Ikut Dilantik
Pekan Depan, Triga Lampung Demo Pinjaman Rp30 Miliar Pemkab Tubaba di Kejati
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:24 WIB

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:05 WIB

Wapres Gibran Kunjungi KNMP di Lampung Timur

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:48 WIB

Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:33 WIB

Menteri Maruarar ke Lampung, Pantau Program BSPS

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:46 WIB

Ribuan Ton Tapioka Lampung Diekspor ke Tiongkok

Berita Terbaru

Ngatijo, mitra SPPG Sumber Agung saat pemotongan hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). (foto: Alwi)

Bandarlampung

Mitra SPPG Sumber Agung Kemiling Potong Hewan Qurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:02 WIB

Brigadir Arya Supena, anggota Polda Lampung yang ditembak pelaku begal. (foto: istimewa)

Bandarlampung

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:24 WIB

Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan ke Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, Jumat (08/05/2026). (foto: istimewa)

Lampung Timur

Wapres Gibran Kunjungi KNMP di Lampung Timur

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:05 WIB

Sekdaprov  Lampung, Marindo Kurniawan didampingi Kadisdikbud Thomas Amrico, melakukan penandatanganan pakta integritas dan SPMB SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2026/2027. (foto: istimewa)

Bandarlampung

Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:48 WIB

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait saat melihat langsung salah satu rumah warga Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (07/05/2026). (foto: istimewa)

Lampung Selatan

Menteri Maruarar ke Lampung, Pantau Program BSPS

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:33 WIB

error: Content is protected !!