INISIALID, MESUJI-Hari ini, 20 Februari 2026, Hj Elfianah genap satu tahun memimpin Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung yang memiliki luas kurang lebih mencapai 218.400 hektare.
Elfianah yang lahir di Sungai Cambai pada 14 April 1974, telah mencatatkan diri sebagai perempuan pertama menjadi Bupati Mesuji untuk periode 2025-2030.
Elfianah telah duduk sebagai Bupati Mesuji selama 365 hari atau satu tahun, tepatnya sejak dirinya bersama M Yugi Wicaksono dilantik oleh Presiden RI,
Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum menjadi orang nomor satu di kabupaten yang memiliki moto ‘Bumi Ragab Begawi Caram’, Elfianah sudah dikenal oleh masyarakat karena selalu mendampingi suaminya Khamamik saat menjadi Bupati Mesuji periode 2012-2017, dan 2017-2022.
Nama Elfianah semakin dikenal se-antero Kabupaten Mesuji saat dirinya terjun ke politik, dan bergabung dengan Partai NasDem besutan Surya Paloh.
Meskipun Elfianah, berpotensi menjadi anggota DPR RI, dan DPRD Provinsi Lampung. Namun, dirinya lebih memilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mesuji pada Pemilu legislatif (Pileg) tahun 2019-2024.
Hitung-hitungan politik Elfianah ternyata berhasil. Karena, di Pileg 2019-2024 Partai NasDem meraih suara terbanyak, dan membawanya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Mesuji selama satu periode.
Kebijakan Populis
Lalu, apa saja terobosan Elfianah selama satu tahun menjadi Bupati Mesuji. Dalam rentang waktu yang relatif singkat itu, dirinya berhasil mengukuhkan citra sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, komunikatif, dan tegas dalam mengambil sikap.
Dalam 365 hari kerjanya, Elfianah bersama M Yugi Wicaksono tak hanya sibuk memoles citra janji politik, dari berbagai kebijakan populis yang diproduksi untuk menyukseskan visi-misi sebagai kepala daerah.
Elfinana juga memoles konten-kontennya di salah satu media sosial yakni, facebook. Konten populis tersebut, secara terorganisir disebarluaskan di jagat maya, dan menjadi konsumsi publik luas.
Potong TPP
Ini yang menariknya, di tengah pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang cukup signifikan, Elfinana yang resmi menjadi Bupati Mesuji langsung tancap gas dengan memotong Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pejabat, serta melakukan perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun 2025.
Kebijakan efisiensi anggaran, juga dilakukan oleh Elfiana dengan memangkas anggaran perjalanan dinas (Perjas), dan menghentikan sewa kendaraan sebanyak 90 unit yang sebelumnya digunakan oleh pejabat Pemkab Mesuji.
Menurut Elfiana, pemangkasan atau efesiensi anggaran belanja birokrasi tersebut dilakukan, guna memastikan program strategis yang berpihak pada masyarakat tetap berjalan.
Berdasarkan APBD Kabupaten Mesuji tahun 2025, untuk belanja daerah sebesar Rp988,65 miliar, dan hingga akhir 2025 belanja terealisasi Rp628,85 miliar atau 63,61%.
“Iya, setelah saya resmi dilantik jadi bupati pada 20 Februari 2025. Kami
melakukan efisiensi anggaran, untuk kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat. Seperti perjalanan dinas, dan sewa kendaraan,” ujar Bupati Mesuji, Elfiana, Jumat (20/02/2026).
Dikatakannya, dengan dukungan para pejabat OPD, kembali menggunakan kendaraan dinas milik aset daerah yang lama tidak digunakan.
“Kendaraan dinas yang rusak, kita perbaiki dan digunakan kembali. Bahkan, ada pejabat di Mesuji yang rela menggunakan kendaraan pribadinya untuk operasional,” kata Elfianah.
Elfianah mengatakan, sejumlah kegiatan yang anggarannya dipangkas dialihkan untuk program menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Mesuji. Diantaranya, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 500 unit, seragam sekolah tingkat SD/SMP, insentif guru gaji, anak santri, pondok pesantren (Ponpes), santunan untuk anak tidak mampu.
Bantuan seragam sekolah, khusus ga sepatu sekolah, kata Elfianah, produksinya asli dari Kabupaten Mesuji.
“Jadi, sepatu sekolah made-in Mesuji. Karena, dibuat oleh pelaku UMKM lokal,” imbuhnya.
Sistem Swakelola
Selanjutnya, dalam sektor infrastruktur dengan anggaran yang terbatas, Pemkab Mesuji menggunakan sistem swakelola, dan verifikasi pekerjaan melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Lampung.
“Alhamdulillah, strategi sistem swakekola yang dilakukan Pemkab Mesuji mendapat apresiasi dari Pemprov. Bahkan, terobosan ini diikuti juga oleh Pemda lain di Lampung,” tukasnya.
Elfianah juga optimis, selama tahun 2025 menyambangi pemerintah pusat untuk ‘mempromosikan’ kondisi riil Kabupaten Mesuji akan berdampak untuk kemajuan pembangunan dan kejahteraan masyarakat ‘Bumi Ragab Begawi Caram’.
“Tujuan saya ke pusat, ingin menyampaikan bahwa Provinsi Lampung ada satu daerah yang butuh sentuhan lebih yakni, Kabupaten Mesuji. Alhamdulilah, tahun 2025 selain mendapat bantuan alat kesehatan (Alkes), perumahan nelayan koperasi merah putih, dan revitalisasi sekolah sebanyak 16 unit. Dan, tahun ini bertambah menjadi 32 unit sekolah,” pungkasnya.(bud)









