BANDARLAMPUNG (INISIAL.ID)-Kasus stunting di Provinsi Lampung sejak tahun 2013-2022 terus menurun. Pasalnya, berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), Lampung masuk tiga besar provinsi dengan angka stunting prevalensi terendah secara nasional yakni, 15,2% persen.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia saat membuka acara Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (FKP2S), di Hotel Emersia, Senin (10/07/2023).
Diketahui, kegiatan yang dilaksanakan sejak 10-12 Juli 2023 diikuti 90 peserta dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) provinsi, kabupaten dan kota se-Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wagub Chusnunia menyatakan, sesuai data SSGI 2022 prevalensi stunting ada lima kabupaten/kota yang mengalami peningkatan yakni, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Lampung Utara (Lampura), Pesawaran, Tulang Bawang (Tuba), dan Mesuji.
Dia juga mengatakan, Perpres No: 72/2021 menjadi landasan hukum dan pedoman bersama, baik di tingkat pusat dan daerah, dalam merumuskan dan menyusun upaya akselerasi penurunan stunting.
“Berdasar Perpres tersebut, maka sebagai salah satu instrumen yang digunakan oleh pemerintah daerah adalah melalui pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi,” ujar Nunik sapaan akrab Wagub Lampung itu.
Menurutnya, delapan aksi konvergensi bertujuan untuk mendorong upaya penurunan stunting di daerah yang dilaksanakan secara terpadu, sistematis dan berkelanjutan.
Diantaranya, melalui analisis situasi, integrasi perencanaan dan anggaran, rembuk stunting, advokasi regulasi daerah, pembinaan kader dan pemerintahan desa atau kelurahan, manajemen data, publikasi data stunting serta review kinerja tahunan.
“Cegah stunting itu, penting untuk generasi Indonesia yang gemilang,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Nurizky Permanajati menjelaskan, capaian Indikator TP2S Provinsi Lampung mencapai 87,5% persen. Dengan rincian, 6 indikator tercapai 100 persen, 1 indikator 67 persen, dan 1 indikator 33 persen.
Sedangkan, lanjutnya, capaian Indikator TP2S kabupaten/kota se-Lampung dari 104 indikator rata-rata telah mencapai 65 persen.
“Semoga capaian indikator ini, diikuti dengan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung,” kata Nurizky. (Bud/*)









