BANDARLAMPUNG (INISIAL.ID)-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Granat Lampung bersama BNN, Unila dan Pemkab Way Kanan, melakukan memorandum of understanding (MoU) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Bahkan, Perjanjian Kerja Sama (PKS)
P4GN juga dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) bersama DPC Granat Kabupaten Way Kanan, FKIP Unila, dan BNN Lampung, di Novotel Bandarlampung, Rabu (04/10/2023).
Kegiatan tersebut, diantaranya dihadiri Ketua Dewan Pembina (DP) DPP Granat, Komjen Pol (P) Togar M Sianipar, Ketua Umum (Ketum) DPP Granat, Henry Yosodiningrat, Kepala BNN Lampung, Brigjen Pol Budi Wibowo, Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Erlin Tang Jaya, dan Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya. Kemudian, Dekan FKIP Unila, Sunyono, Dekan Fakultas Teknik Malahayati Yan Juansyah, dan Kadisdik Way Kanan, Machiavelli,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD Granat Lampung, Tony Eka Candra (TEC) menjelaskan, MoU dan PKS P4GN tersebut, merupakan bagian dari penguatan dan percepatan kerja sama Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN), dan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan anti narkoba di Kabupaten Way Kanan.
Menurutnya, program Granat yang mendapat dukungan dari berbagai pihak membangkitkan seluruh jajaran pengurus, dan relawan sampai tingkat desa dan kelurahan untuk lebih kuat melakukan upaya P4GN.
“Ini baru pertama terjadi, di Indonesia. Kerja sama P4GN, melibatkan banyak pihak yang disinkronkan menjadi satu,” imbuhnya.
TEC menyatakan, masih maraknya penggunaan narkoba di Indonesia karena kurangnya pemahaman masyarakat, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, lanjutnya, masih kurangnya kepedulian masyarakat, dan terkadang aspek penegakan hukumnya masih lemah.
Untuk itu, kata TEC, diperlukan inovasi dan metode yang masif, terpadu serta berkesinambungan dalam rangka percepatan P4GN melalui program pendidikan yang telah ditandatangani bersama.
TEC juga menyampaikan terimakasih, dan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam program yang digulirkan Granat tersebut.
“Dengan semangat bersama, kita akan jadikan program ini sebagai contoh nasional. Karena, program ini baru pertama di Indonesia,” tukasnya.
Bupati RAS
Ditempat yang sama, Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya (RAS) memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam program P4GN.
RAS mengatakan, peredaran narkoba bukan hanya dikalangan remaja, tapi sudah merambah di sekolah, pejabat, ASN dan mahasiswa.
“Pemkab Way Kanan mendukung, dan bersemangat untuk menjalankan program P4GN, yang telah disepakati bersama tersebut,” ujarnya.
RAS juga berharap, kerja sama program P4GN itu bisa berdampak positif dalam kelangsungan pembangunan bidang infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Way Kanan.
RAS juga berterimakasih kepada semua pihak, yang mewujudkan program P4GN, REAN dan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan anti narkoba di Kabupaten Way Kanan.
Sementara itu, Rektor Unila, Lusmeilia Afriani menyatakan, mendukung penuh terobosan yang dilakukan Granat, BNN dan Pemkab Way Kanan yang menghadirkan REAN, dan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan anti narkoba.
Lusmeilia juga mengaku bangga, dan senang karena Unila menjadi bagian dalam program P4GN.
Ketum DPP Granat, Henry Yosodiningrat menyatakan bangga, dengan terobosan yang dilakukan pengurus Granat Provinsi Lampung, dan Kabupaten Way Kanan dalam bidang P4GN.
Ia mengatakan, terobosan yang dilakukan pengurus Granat di Provinsi Lampung tersebut, akan disampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo sebagai masukan untuk pemerintah pusat dalam upaya P4GN.
“Saya akan jadikan contoh nasional, MoU dan PKS program P4GN yang sepakati Granat Lampung, bersama BNN, Unila dan Pemkab Way Kanan,” tandasnya. (Bud)









