RMD Gubernur Lampung ke Sebelas

- Reporter

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Gerindra Djausal. (foto: istimewa)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Gerindra Djausal. (foto: istimewa)

INISIALID, BANDARLAMPUNG-Sejak pertama kali lahir pada 18 Maret 1964, melalui UU No: 14/1964 Provinsi Lampung telah berganti belasan kali kepemimpinan hingga kini.

Totalnya ada sebelas tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung definitif sejak berdiri pada 18 Maret 1964 hingga yang kini.

Saat ini yang tengah menjabat sebagai Gubernur Lampung yakni, Rahmat Mirzani Gerindra Djausal (RMD). Gubernur yang biasa disapa Kiay Mirza ini akan memimpin Lampung hingga tahun 2030.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu siapa saja sebelas tokoh yang menjadi Gubernur Lampung?. ini nama-namanya yang dihimpun Inisial.id dari berbagai sumber.

Roda pemerintahan pertama Provinsi Lampung dinakhodai Kusno Danupoyo yang non-partisan atau sikap tidak memihak, netral, dan tidak berafiliasi dengan partai politik.

Pria yang lahir pada 12 Agustus 1913 di Surakarta, Jawa Tengah diangkat menjadi Gubernur Lampung periode 1964-1966 oleh Presiden RI, Soekarno.

Namun, Kusno mengundurkan diri sebagai Gubernur Lampung pada tahun 1966, dan menjadi anggota DPR RI periode 1968-1976.

Kemudian, Zainal Abidin Pagaralam menjadi Gubernur Lampung kedua periode 1966-1973. Sama seperti Kusno, pria yang lahir pada 29 Februari 1916 di Bandarlampung, adalah Gubernur Lampung non-partisan.

Zainal Abidin Pagaralam, merupakan salah satu tokoh peletak dasar-dasar pemerintahan, dan pembangunan juga
penggagas berdirinya Provinsi Lampung.

Sebelum mengantikan Kusno sebagai Gubernur Lampung, Zainal pernah memegang berbagai jabatan di pemerintahan. Diantaranya, Bupati Lampung Utara (1950), Bupati Lampung Selatan (1954), Bupati Belitung (1955-1957), Walikota Tanjungkarang/Telukbetung (Bandarlampung).

Bahkan, Zainal pernah menyandang jabatan yang mentereng yakni, sebagai Residen Keresidenan daerah Lampung (Residentie der Lapongohe Districten) yang pada waktu itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sumatra Selatan.

Selain itu, Zainal juga salah seorang yang memprakarsai berdirinya Universitas Lampung (Unila), Bandar Udara Radin Inten II, dan Pelabuhan Bakauheni.

Setelah dipimpin Zainal Abidin Pagaralam, Provinsi Lampung dipimpin R Sutiyoso.

Gubernur Lampung ketiga ini, berbeda dari dua gubernur sebelumnya yakni,
Kusno Danupoyo, dan Zainal Abidin Pagaralam yang non-partisan.

R Sutiyoso adalah Gubernur Lampung pertama yang berasal dari kalangan militer, dan seorang politikus.

Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 1973-1978 dari utusan ABRI-Angkatan Darat.

Sebelum menjabat Gubernur Lampung, Sutiyoso yang lahir pada 12 September 1923 di Mojokerto Keresidenan Surabaya, Hindia Belanda
pernah menjabat Bupati Klaten periode 1967-1972.

Yasir Hadibroto merupakan Gubernur Lampung keempat. Pria yang lahir pada 23 Oktober 1923 Kroya Cilacap, Jawa Tengah menjadi Gubernur Lampung periode 1978-1988.

Sebelum diangkat sebagai gubernur Lampung, Yasir Hadibroto yang pernah menjadi anggota DPR RI dari utusan ABRI, sudah lebih dulu dikenal pada era Gerakan 30 September 1965.

Yasir dengan pangkat kolonel, adalah tokoh yang disebut-sebut menembak mati DN Aidit, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selanjutnya, Gubernur Lampung ke lima adalah Poedjono Pranyoto. Pria yang lahir di Purwokerto pada 6 Agustus 1936, sebelum menjabat Gubernur Lampung tahun 1988-1997 pernah menjadi Wakil Gubernur
Papua mendampingi Izaac Hindom.

Kemudian, Poedjono setelah tidak lagi menjabat Gubenur Lampung memilih karir di parlemen, dan menjadi Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Utusan Daerah pada 1997 sampai 1999.

Diketahui, Poedjono saat menjabat Gubernur Lampung bersama-sama beberapa tokoh adat menemukan Lima pilar budaya (sumbay) yang kemudian dipakai sebagai pijakan budaya membangun Lampung.

Lima pilar budaya itu, adalah harga diri (piil pesenggiri), konsistensi memegang adat sebagai jati diri (bejuluk beadok), membuka diri untuk menerima pembaruan (nemui nyimah), bersosialisasi dengan masyarakat (nengah nyappur), dan gotong royong (sakai sambayan).

Oemarsono merupakan Gubernur Lampung ke enam setelah Poedjono Pranyoto.

Oemarsono yang lahir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada 3 Mei 1940 adalah seorang birokrat dan politikus Indonesia.

Oemarsono menjadi Gubernur Lampung 1998-2003 diusung oleh PDI-P dan koleganya yang ada di parlemen.

Sebelumnya, Oemarsono salah satu lulusan Universitas Gadjah Mada, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung periode 1995-1998.

Oemarsono mengawali karier birokrat
sebagai PNS di Sragen pada era orde baru, dirinya pernah menjabat sebagai Kabag hingga Sekda di Kabupaten Sragen, serta menjadi Bupati Wonogiri dua periode.

Saat memimpin Lampung, program unggulan Oemarsono, adalah Desaku Maju Sakai Sambayan (DMSS) yang digagas oleh Gubernur sebelumnya yakni, Poedjono Pranyoto.

Program DMSS yang dimulai di era Poedjono, dan dilanjutkan Oemarsono tujuannya adalah membangun dari desa yang mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal Lampung.

Gubernur Lampung ke tujuh adalah Komjen Pol (Purn) Sjachroedin Zainal Pagaralam.

Pria yang akrab disapa Kiay Oedin lahir di Kota Bandarlampung pada 7 Februari 1947, memimpin Lampung selama dua periode yakni, tahun 2004-2008, dan 2009-2014.

Diketahui, Kiay Oedin menjadi calon
gubernur pertama di Lampung yang dipilih langsung oleh rakyat pada periode kedua, tepatnya tahun 2009-2014.

Saat pemilihan gubernur (Pilgub) langsung, Kiay Oedin berpasangan dengan Joko Umar Said dan diusung oleh PDI-P bersama partai koalisi yang ada maupun di luar parlemen.

Selama masa kepemimpinannya, Kiay Oedin dikenal dengan berbagai terobosan, dan inovasi infrastruktur maupun pelestarian adat budaya agar Lampung lebih dikenal se-antero Indonesia.

Ada dua terobosan Kiay Oedin yang sampai saat ini tidak akan dilupakan oleh masyarakat Lampung, yakni pembangunan Menara Siger yang berlokasi di Bukit Gamping Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Menara setinggi 32 meter tersebut merupakan landmark ikonik Lampung, dengan mahkota pengantin wanita Lampung (Siger) sembilan kerucut kuning emas, yang merepresentasikan sembilan bahasa atau kebudayaan. 

Selanjutnya, mega proyek Kota Baru di Lampung Selatan yang dirancang sebagai pusat pemerintahan baru Provinsi Lampung.

Setelah jabatannya sebagai Gubernur Lampung dua periode berakhir, Kiay Oedin ditugaskan oleh Presiden RI, menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kroasia pada tahun 2017-2021.

Syamsurya Ryacudu adalah Gubernur Lampung definitif ke delapan terbilang paling singkat, hanya menjabat satu tahun yakni, periode 2008-2009. Karena tongkat BE-1 diserahkan kembali ke Sjachroedin ZP yang menang dalam Pilgub langsung tahun 2009 lalu.

Bang Syam panggilan akrab pria yang lahir pada 14 Desember 1955 mengawali karier sebagai dosen di Universitas Bandar Lampung tahun 1991-2002.

Selanjutnya, bang Syam dengan perahu Partai Golkar terpilih menjadi anggota DPRD Lampung periode 1999-2004.

Karir politiknya, terus bersinar dengan menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung periode 2004-2009, mendampingi Gubernur Sjachroedin ZP.

Selanjutnya, bang Syam dilantik menjadi Gubernur Lampung pada 2 Juli tahun 2008 menggantikan Sjachroedin ZP, yang mundur karena
mengikuti pemilihan gubernur (Pilgub) langsung periode 2009-2014.

Muhammad Ridho Ficardo atau yang akrab disapa MRF adalah Gubernur Lampung ke sembilan, dan menjadi salah satu gubernur termuda Indonesia.

MRF yang lahir pada 20 Juli 1980 adalah Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, dan dilantik menjadi Gubernur pada 2 Juni 2014 dengan usia 34 tahun.

Partai Golkar kembali mendistribusikan kadernya sebagai Gubernur Lampung, yakni Arinal Djunaidi.

Pria kelahiran Kota Bandarlampung pada 17 Juni 1956 ini, menjabat sebagai Gubernur Lampung dari
2019 hingga 2024.

Sebelum menjadi Gubernur Lampung satu periode, Arinal adalah seorang birokrat yang meniti karir sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sampai jabatan tertinggi sebagai Sekdaprov Lampung.

Salah satu program unggulan Arinal saat memimpin Lampung, yakni Kartu Petani Berjaya berbasis elektronik (e-KPB).

Rahmat Mirzani Djausal (RMD) adalah Gubernur Lampung ke sebelas, yang dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

Selama menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 2025-2030, RMD yang lahir pada 18 Maret 1980 di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dibantu Wakil Gubernur, Jihan Nurlela.

RMD yang saat ini masih menjabat Ketua DPD Partai Gerinda Lampung, pernah menjadi anggota DPRD 2019-2024, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung.

Meski belum penuh satu periode memimpin Lampung, RMD bersama Jihan yang memiliki koneksi di pemerintah pusat telah melakukan trobosan bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan perekonomian serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) guna peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Terobosan yang telah dilakukan RMD. Diantaranya, dihapusnya iuran dana komite untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB negeri.

Kemudian, mengajukan pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten untuk perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di Provinsi Lampung.(bd)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya
Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip
Ribuan Ton Tapioka Lampung Diekspor ke Tiongkok
Wakajati Lampung Resmi Diemban Teuku Rahmatsyah, Kajari Lamtim Ikut Dilantik
Enam Pejabat Pemprov Dirotasi, Bani Ispriyanto Jadi Kadis Kelautan dan Perikanan
Pekan Depan, Triga Lampung Demo Pinjaman Rp30 Miliar Pemkab Tubaba di Kejati
Sidang Perdana Eks Bupati Lamteng, JPU Ungkap Uang Rp500 Juta
Kejati Tahan Mantan Gubernur Lampung
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:24 WIB

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:48 WIB

Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Wakajati Lampung Resmi Diemban Teuku Rahmatsyah, Kajari Lamtim Ikut Dilantik

Senin, 4 Mei 2026 - 17:29 WIB

Enam Pejabat Pemprov Dirotasi, Bani Ispriyanto Jadi Kadis Kelautan dan Perikanan

Rabu, 29 April 2026 - 21:35 WIB

Pekan Depan, Triga Lampung Demo Pinjaman Rp30 Miliar Pemkab Tubaba di Kejati

Berita Terbaru

Brigadir Arya Supena, anggota Polda Lampung yang ditembak pelaku begal. (foto: istimewa)

Bandarlampung

Begal Tembak Anggota Polri di Lampung, Ini Kronologinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:24 WIB

Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan ke Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, Jumat (08/05/2026). (foto: istimewa)

Lampung Timur

Wapres Gibran Kunjungi KNMP di Lampung Timur

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:05 WIB

Sekdaprov  Lampung, Marindo Kurniawan didampingi Kadisdikbud Thomas Amrico, melakukan penandatanganan pakta integritas dan SPMB SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2026/2027. (foto: istimewa)

Bandarlampung

Tahun Ini, SPMB SMA-SMK Negeri di Lampung Bebas Titip

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:48 WIB

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait saat melihat langsung salah satu rumah warga Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (07/05/2026). (foto: istimewa)

Lampung Selatan

Menteri Maruarar ke Lampung, Pantau Program BSPS

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:33 WIB

error: Content is protected !!