INISIALID, MESUJI-Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa sedihnya, saat dipeluk seorang wanita berinisial E dari keluarga pra-sejahtera di kawasan Register 45 Pemukiman Karya Jaya Sungai Buaya Kabupaten Mesuji, Senin (20/10/2025).
Adapun momen kesedihan Wagub Jihan itu, tampak dalam foto yang dibagikan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Lampung, di grup WhatsApp ‘Lampung Maju’ komunikasi publik, Selasa (21/10/2025).
Dalam rilis yang disampaikan di grup WhatsApp tersebut, disebutkan Wagub Jihan mengunjungi salah satu rumah warga dari keluarga pra-sejahtera di kawasan Register 45 Pemukiman Karya Jaya, Sungai Buaya Kabupaten Mesuji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga tersebut diketahui menghadapi persoalan hukum sehingga harus berurusan dengan Polres Mesuji. Kasusnya, terkait perlakuan sang ibu yang mengikat anaknya dengan rantai, dan meninggalkan sendirian di rumah.
Usai kunjungan, Jihan mengatakan, Pemprov dan Pemkab Mesuji akan memberikan pendampingan intensif kepada keluarga yang sempat viral tersebut.
Menurutnya, pendampingan itu diberikan, karena bukan hanya terkait hukum saja, tapi juga terkait kesehatan, psikologis, dan ekonomi keluarga tersebut.
“Keluarga ini, memiliki dua anak yakni, S berusia 6 tahun, dan T berusia 2 tahun. Sedangkan, ayah mereka adalah buruh kecil yang harus bekerja meninggalkan rumah,” ujarnya.
Sedangkan, lanjutnya, sang ibu harus mengurus anaknya T untuk berobat, karena menderita penyakit jantung bawaan dan labiopalatoskizis (bibir sumbing) yang harus menjalani pemeriksaan bulanan.
“Karena keterbatasan ekonomi, dan tidak bisa membawa kedua anaknya dengan sepeda motor, maka S diikat oleh orang tuanya dengan rantai. Keputusan itu diambil, agar S tidak bermain ke sungai atau jalan raya, mengingat ada pengalaman sebelumnya,” jelas Jihan.
Jihan juga tidak membenarkan, tindakan yang dilakukan E kepada anaknya berinisial S. Namun, Pemprov dan Pemkab Mesuji menilai, bahwa permasalahan tersebut tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi.
“Kita harus melihat dari berbagai sisi. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga kesehatan, psikologis, dan ekonomi. Keluarga ini, masuk kategori sangat miskin, dan tidak memiliki rumah tinggal tetap,” tukasnya.
Dikatakan Jihan, pemerintah daerah tengah melakukan berbagai upaya, termasuk intervensi gizi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan psikologis bagi kedua anak.
“Rumah sakit, telah diminta untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap S maupun T. Insyaallah, dokter akan menjemput kedua anak tersebut untuk pemeriksaan lanjutan dan persiapan tindakan medis, termasuk operasi untuk penyakit T,” tambahnya.
Diketahui, kunjungan Wagub Jihan ke Kabupaten Mesuji, pasca viralnya video amatir warga, Sabtu (19/10/2025) yang memperlihatkan bocah berusia 6 tahun terikat rantai yang dipaku ke tiang kayu di dalam rumahnya. (rs)









