BANDARLAMPUNG (INISIAL.ID)-Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia menyatakan, Pemprov berkomitmen memajukan desa, dan mengatasi kemiskinan.
Komitmen tersebut, melalui program Smart Village, elektronik Samsat Desa (e-Samdes), Desa Mart dan Implementasi Kartu Petani Berjaya (KPB).
Hal itu disampaikan Nunik sapaan akrab Wagub Lampung saat membuka workshop pengelolaan keuangan, dan pembangunan desa tingkat regional, di Balai Keratun, Kamis (06/07/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengatakan, sejak tahun 2021 telah dikembangkan inovasi pelayanan pembayaran PKB, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menggunakan aplikasi e-Samdes yang bertujuan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.
“Sampai saat ini, sebanyak 277 Bumdes menjadi agen e-Samdes,” imbuhnya.
Nunik menyatakan, tujuan program smart village yaitu mengoptimalkan potensi desa agar menjadi salah satu kekuatan sosial-ekonomi di Indonesia.
“Fokus kegiatannya, layanan Administrasi Pemerintahan Desa (APD), Administrasi Kependudukan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Peningkatan Kapasitas Aparatur. Tentu muaranya, untuk peningkatan kesejahteraan warga desa,” tukasnya.
Dikatakannya, Dana Desa tahun 2023 diprioritaskan tiga kegiatan utama yang tercantum dalam Permendes-PDTT RI No: 8/2022 yaitu, pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam.
Nunik menambahkan, agar pengelolaan Dana Desa semakin akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan mekanisme pengawasan yang baik oleh pihak-pihak terkait yakni, masyarakat desa, BPD, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Camat dan BPK. (bud/*)









