BANDARLAMPUNG (INISIAL.ID) – Event World Surfing League (WSL) Krui Pro QS 5000, di Pantai Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Provinsi Lampung pada 12-18 Juni 2023 mendatang, menjadi ‘surga’ para peselancar nasional maupun internasional.
Pasalnya, ombak Krui menjadi tantangan para atlet selancar nasional maupun internasional. Bahkan, event WSL Krui Pro QS 5000 yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut, tidak hanya menjadi ajang kompetisi selancar papan atas dunia. Namun, diharapkan mampu mengangkat pariwisata, dan budaya Kabupaten Pesibar di tingkat nasional maupun mancanegera.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Lampung, Bobby Irawan mengatakan, WSL Krui Pro QS 5000 tidak hanya tentang selancar, tapi menjadi panggung yang menggambarkan kekayaan budaya Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengunjung akan menikmati, keindahan tarian tradisional Lampung yang memukau. Karena, saat WSL Krui Pro QS 5000 tiga kali sehari akan ada penampilan tarian, dan lagu tradisional dari semua etnis yang ada di Kabupaten Pesibar,” jelasnya, Sabtu (10/06/2023).
Bobby menyatakan, akan ada tari kolosal bertema damar dan arak-arakan Alam Gemisekh.
“Arak-arakan ini, akan menampilkan perlengkapan adat yang merupakan tradisi dan diwariskan dari nenek moyang. Alam Gemisekh ini, menjadi simbol penghormatan kepada tamu atau pengantin yang diarak,” kata Bobby.
Ia juga mengatakan, wisatawan akan melihat Alam Gemisekh yang terbuat dari kayu berhiaskan kain-kain, dengan pola-pola unik dan menarik.
Bahkan, lanjutnya, event WSL Krui Pro QS 5000 juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk menjelajahi destinasi wisata di Kabupaten Pesibar.
Bobby menambahkan, atlet surfing maupun pengunjung WSL Krui Pro QS 5000 bisa melihat keindahan pantai di Kabupaten Pesibar, selain Pantai Tanjung Setia yakni, Kampung Tapis Sindi, Gua Matu, Angel Waterfall, Repong Damar, dan destinasi wisata lainnya. (*)









