BANDARLAMPUNG (INISIAL.ID)-Nemui Nyimah adalah sikap pemurah atau tangan terbuka, yang membentuk identitas, ciri khas dan keunikan masyarakat Lampung.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto saat membuka Festival Nemui Nyimah (FNN) tahun 2023, di Lapangan Korpri Pemprov Lampung, Jumat (17/11/2023) malam.
Fahrizal mengatakan, FNN menjadi simbol kebersamaan, keharmonisan, dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi FNN ini, tidak hanya sekadar perayaan, tapi menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi, merayakan keberagaman, dan memupuk rasa cinta terhadap warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan digelarnya FNN untuk memperlihatkan kepada dunia betapa kaya, dan indahnya budaya Lampung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Fahrizal menambahkan, FNN diharapkan menjadi tonggak kebersamaan yang membawa berkah, dan kebahagiaan menuju masyarakat Lampung yang aman, berbudaya, maju, berdaya saing dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Lampung Bobby Irawan menyatakan, FNN yang dilaksanakan pada 16-26 November 2023, untuk mewujudkan Lampung kaya festival, dan mendukung Gerakan Bangga Berwisata (GBB) serta memeriahkan HUT ke-52 Korpri.
Bobby juga mengatakan, kegiatan FNN 2023 tersebut diharapkan memberikan dampak langsung menggeliatkan kembali sektor kepariwisataan, dan ekonomi kreatif.
Sekedar informasi, Nemui-Nyimah berarti sikap pemurah atau tangan terbuka, dan merupakan ungkapan asas kekeluargaan untuk menciptakan suatu sikap keakraban dan kerukunan serta silaturahim.
Diketahui, Nemui-Nyimah adalah salah satu dari empat unsur falsafah hidup orang Lampung, Piil Pesenggiri. Ketiga unsur lainnya, yakni Juluk-Adek, Nengah-Nyappur, dan Sakai-Sambaiyan. (Bud/sr)









