LAMPUNG TENGAH (INISIAL.ID)-Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Adipuro Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Provinsi Lampung, Rabu ( 20/12/2023).
Kunker Mentan, Andi Amran Sulaiman didampingi Sekdaprov Fahrizal Darminto, dan rombongan ke Kabupaten Lamteng, dalam rangka Gerakan Tanam Padi Sistem Akselerasi Percepatan Masa Tanam (GTP-SAPMT) tahun 2023.
Diketahui, GTP-SAPMT tersebut sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan produktivitas pertanian, untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman (AAS) mengatakan, krisis pangan saat ini terjadi di 10 negara yang mengalami kelaparan, dan sebanyak 775 juta penduduk mengalami kelaparan serta 44 negara terancam kelaparan.
“Kita tidak boleh lengah, dan tidak boleh tinggal diam, karena ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Jika pangan bermasalah, maka ketahanan negara akan bermasalah. Untuk itu, kita harus sama-sama menjaga ketahanan pangan ini,” ujar AAS.
Ia juga mengimbau, semua pihak bersinergi dan tidak saling menghujat maupun menyebarkan informasi yang tidak benar, tentang masalah pertanian dan ketahanan pangan.
Mentan juga mengatakan, menghadapi krisis pangan dan menuju swasembada pangan, membutuhkan upaya yang luar biasa yakni, mentransformasikan pertanian tradisional menjadi modern sehingga mampu meningkatkan produksi hasil panen.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto mewakili Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan, berdasarkan data SIScrop produksi padi Provinsi Lampung tahun 2022 mencapai 3,2 juta ton dengan potensi luas lahan sawah mencapai 361.699 hektare.
Fahrizal mengatakan, Kabupaten Lamteng memberikan kontribusi produksi padi sebesar 676.519 ton atau 21,14 persen, dan menempati urutan pertama dari 15 kabupaten/kota se-Lampung.
Menurutnya, berdasarkan data KSA tahun 2022, luas panen padi mencapai 518.256 hektare, dan tahun 2023 berdasarkan angka potensi luas panen padi mencapai 536.081 hektare mengalami peningkatan luas panen sebesar 3,47 persen atau 17.825 hektare.
“Gerakan tanam padi ini, salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk memberikan motivasi petani agar meningkatkan produksi tanaman padi,” ujar Fahrizal.
Untuk diketahui, dalam kunjungannya tersebut Mentan RI, ASS menyerahkan bantuan benih padi, benih jagung dan alat mesin pertanian (Alsintan) pasca panen senilai Rp28,1 miliar, dan Pra-panen senilai Rp4,6 miliar.
Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut, diterima oleh Sekdakab Lamteng, Nirlan bersama Kepala Dinas Pertanian, Kelompok Tani Mudi Makmur, dan Mekar Agung. (Bud/*)









